Tugas 2 (Ciri khas pencak silat pada setiap daerah)

Rabu, 15 Juni 2016


Tugas 2 :

Istilah Silat sendiri sudah dikenal oleh masyarakat Asia Tenggara, mulai dari Indonesia, Malaysia, Brunei, Singapura, Thailand dan Filipina. Di Indonesia sendiri Istilah "Pencak" banyak dipergunakan di daerah Jawa, sedangkan "Silat" digunakan di Sumatera, Semenanjung Malaya dan Kalimantan. Namun demikian, dalam perkembangannya kemudian istilah "Pencak" lebih mengedepankan unsur seni dan penampilan keindahan gerakan, sedangkan "Silat" inti ajaran bela diri dalam suatu pertarungan. Selain dari perbedaan penyebutan istilah olah raga bela diri pencak silat ini, di Indonesia juga memiliki beragam aliran pencak silat dengan ciri khas tersendiri. Misalnya di Jawa Barat, terkenal aliran Cimande dan Cikalong. Di Jawa Tengah ada aliran pencak silat Merpati Putih, sedangkan di Jawa Timur terdapat aliran pencak silat "Perisai Diri"

       Silat atau Pencak Silat diperkirakan menyebar di Kepulauan Indonesia sejak abad ke 7 masehi. Namun demikian, asal usulnya belum diketahui secara pasti. Akan tetapi bahwa kerajaan Majapahit dan Sriwijaya telah dikenal memiliki pendekar-pendekar besar dan menguasai olah kanuragan / ilmu bela diri. Selain itu bukti adanya seni bela diri dapat dilihat dari berbagai artefak senjata yang ditemukan dari masa klasik (Hindu-Budha) serta pada pahatan relief yang menggambarkan sikap kuda-kuda silat di candi Borobudur dan Prambanan (Donald F. Draeger).Sementara itu Sheikh Shamsuddin (2005)berpendapat bahwa terdapat pengaruh ilmu bela diri dari Cina dan India dalam silat. Hal ini karena sejak awal kebudayaan Melayu telah mendapat pengaruh dari kebudayaan yang dibawa oleh pedagang maupun perantau dari India, Cina, dan mancanegara lainnya.

 Awalnya gerakan pencak  silat sengaja diciptakan  dalam rangka untuk  melindungi dan mempertahankan  diri dari  tantangan alam. Meskipun  akhirnya gerakan pencak  silat lebih sering  dimanfaatkan untuk mempertahankan  diri dari  serangan musuh. Dikarenakan tradisi silat diturunkan secara lisan dan menyebar dari mulut ke mulut, diajarkan dari guru ke murid, sehingga catatan tertulis mengenai asal usul silat sulit ditemukan. Sejarah pencak silat  sendiri dikisahkan melalui berbagai legenda yang beragam dari satu daerah ke daerah lain. Legenda Minangkabau, silat (bahasa Minangkabau: silek) diciptakan oleh Datuk Suri Diraja dari Pariangan, Tanah Datar di kaki Gunung Marapi pada abad ke-11.  Kemudian silek dibawa dan dikembangkan oleh para perantau Minang ke seluruh Asia Tenggara. 
  Kemudian cerita rakyat mengenai asal mula silat aliran Cimande, yang mengisahkan seorang perempuan yang mencontoh gerakan pertarungan antara harimau dan monyet. Setiap daerah umumnya memiliki tokoh persilatan (pendekar)yang dibanggakan, misalnya Prabu Siliwangi sebagai tokoh pencak silat Sunda Pajajaran, Hang Tuah panglima Malaka, Gajah Mada mahapatih Majapahit serta tokoh Si Pitung dari Betawi.Dari hal tersebut, meskipun setiap daerah memiliki ciri khas masing-masing namun pada saat sekarang ini pencak silat sudah merambah kedunia Internationale dengan berbagai prestasi yang dapat dibanggakan dan pencak silat dari Bangsa Indonesiatelah mampu bersaing dengan negara lain dengan memperkenalkan bahwa inilah kebudayaan asli Indonesia yang patut dibanggakan.

0 komentar:

Posting Komentar